Rabu, 21 September 2016

LOGAM UNTUK CINCIN PERNIKAHAN atau CINCIN KAWIN

Cincin pernikahan

Hal penting yang selalu ada dalam pernikahan adalah cincin. Ia menjadi pertanda bahwa seorang pria dan wanita sudah berpasangan dan berkomitmen untuk sehidup semati. Karena cincin kawin hanya satu kali diberikan sepanjang hidup, maka perlu pertimbangkan dengan matang saat memilihnya.

Memilih cincin memang gampang-gampang susah. Selain masalah budget dan desain, kamu juga perlu mempertimbangkan bahan pembuat cincin. Ada beberapa material yang biasa digunakan untuk membuat cincin kawin. Nah, berikut kami sajikan review-nya untuk kamu para Teman-teman -to-be.

Emas

Materi yang satu ini memang jadi andalan para pasangan sejak dahulu kala. Karena merupakan logam yang lembut dan lunak, emas dapat didesain menjadi berbagai bentuk termasuk diukir dengan pola yang rumit sekalipun. Meski demikian, ternyata pembuatan cincin emas bisa berdampak buruk terhadap lingkungan. Diperkirakan satu cincin kawin emas bisa menyumbang 20 ton sampah. Untungnya, kini ada banyak produsen cincin emas yang ramah lingkungan, termasuk membuat cincin dari logam daur ulang.

Emas Putih

Yang satu ini adalah campuran emas kuning dan logam putih, seperti perak, seng atau palladium. Cincin emas putih juga mengandung tembaga atau nikel. Emas putih begitu populer di tahun 1920-an sebagai alternatif untuk platinum. Karat tertinggi emas putih sendiri adalah 18 karat, yang terdiri dari 75% emas dan 25% palladium. Jika Teman-teman -to-be menginginkan pilihan cincin yang sangat tahan lama, emas putih-lah jawabannya. Ketahanannya bahkan melebihi emas kuning dengan karat yang sebanding lho. Selain itu, on budget-wise, emas putih juga lebih affordable dibandingkan emas kuning.

Sayangnya, emas putih ini memiliki lapisan rhodium yang berfungsi untuk menutup emas kuning. Jadi apabila lapisan tersebut pudar, maka warna kuning emas akan muncul. Nah, kamu disarankan untuk memperbaiki lapisan itu setidaknya setahun sekali. Untuk Teman-teman -to-be yang punya kulit sensitif, sebaiknya tidak memilih emas putih yang dicampur nikel. Campuran ini bisa menyebabkan reaksi alergi pada sebagian orang, lho.

Platinum

Jika kamu menginginkan cincin pernikahan dengan warna keperakan yang bersinar, tahan lama dan terkesan mewah, nah platinum adalah pilihan yang tepat. Keuntungan memilih platinum sebagai bahan dasar cincin pernikahan kamu adalah kekuatan serta kualitasnya yang tahan lama. Untuk yang sering alergi, platinum juga pilihan tepat karena sifatnya yang hypoallergenic alias nggak bikin alergi. Nggak cuma itu, platinum juga tahan terhadap kerusakan dan dapat dibentuk menjadi berbagai model.

Di antara semua kelebihannya itu, nggak berarti platinum tahan goresan lho, Teman-teman . Bahan yang satu ini memang mudah tergores namun gampang juga menghilangkan goresannya. Soal harga, hmm… platinum memang terkenal lumayan mahal L Kamu juga harus merogoh uang cukup banyak jika kamu ingin me-resize atau memperbaiki cincin kesayanganmu. Platinum juga nggak ramah lingkungan lho—pastinya ini bukan pilihan yang pas untuk kamu yang care dengan alam sekitar.

Perak

Cincin berbahan perak memang nggak pernah usang dimakan waktu. Perak murni yang terbuat dari logam yang sangat lembut dan lunak adalah pilihan tepat jika kamu ingin membuat cincin yang tahan lama. Sejauh ini sterling silver adalah jenis perak terbaik untuk cincin pernikahan yang abadi seumur hidup. Sterling silver ini terbuat dari 92,5% perak dan 7,5% tembaga. Banyak pasangan memilih logam perak karena pancaran sinarnya tidak bisa ditiru oleh logam lain— perak memang memiliki cahaya cemerlang yang alami. Selain itu, harga sterling silver juga relatif terjangkau dibandingkan emas dan platinum. Keuntungan lainnya adalah cincin berbahan emas bisa dibentuk dengan berbagai model.


However, there are some downsides you need to consider, Teman-teman -to-be. Cincin perak biasanya mudah tergores dan tertekuk jika ditimpa beban. Kamu juga harus sering membersihkan cincin perak kesayanganmu agar warnanya yang indah tidak mudah pudar.

Senin, 19 September 2016

Cincin kawin Sebagai Pengikat atau hadiah

Cincin kawin Sebagai Pengikat atau hadiah: Dalam Islam pernikahan atau nikah adalah terkumpul dan menyatu . Menurut istilah juga dapat berarti Ijab Qabul ( akad nikah ) yang mengh...

Memakai Cincin Kawin Setelah Menikah?

“Sayang, kenapa sih cincin kawinnya ga pernah dipakai?”
“Iya ni, cincinnya nyusut! Jadi sudah ga muat lagi.”
Cincin kawin
Saya seringkali kesal kalau melihat suami saya tidak lagi memakai cincin kawinnya. Padahal setahun pertama ia masih rajin menyematkan cincin itu di jarinya. Sekarang alasannya cincin itu sudah tidak muat lagi. Memang benar sih, berat badannya saja sudah bertambah 10 kilo dibanding sebelum menikah. Terkadang jika suami sedang business trip, saya suka cerewet mengingatkan dia untuk kembali memakai cincin kawinnya. Ahasil dia selalu meledek saya sambil bercanda, “Insecure banget sih kamu, hehehe.”

Teman saya yang bernama Ririn, lain lagi ceritanya. Dia sudah menikah dengan Budhi selama lima tahun. Selama lima tahun pernikahan ini mereka sudah memiliki enam cincin kawin! Setiap tahunnya mereka selalu membeli satu cincin kawin di hari ulang tahun pernikahan mereka. Alasan mereka supaya seperti baru menikah terus. Sweet ya Teman-teman ! Pada cincinnya juga diukir kata 1st, 2nd, 3rd dan seterusnya sebagai pengingat umur pernikahan mereka. “Itu cara kita merayakan anniversary setiap tahunnya. Milih cincinnya juga gantian. Misal tahun sebelumnya aku yang pilih, tahun setelahnya Budhi. Selain itu kan jadi nabung, hahaha siapa tahu nanti bisa jadi mahar anak kita menikah dengan kumpulan cincin anniversary papa mamanya,” cerita Ririn kepada saya.

Memang tidak semua pasangan terus memakai cincin kawinnya. Biasanya para pria yang lebih banyak melepas cincin kawin mereka. Namun tidak sedikit juga para wanita yang baper alias bawa perasaan untuk urusan cincin kawin ini. Padahal para pria punya alasannya sendiri mengapa mereka melepas cincin kawin mereka, begitu juga yang masih setia mengenakannya. Seperti apa sih alasannya, berikut sharing dari mereka kepada Kami

Alasan memakai cincin kawin


Cincin kawin memang menjadi penanda bahwa seseorang sudah terikat. Pria yang memakai cincin, khususnya di jari manis boleh dikatakan tidak boleh dilirik atau melirik wanita lain. Banyak diantara mereka juga yang setia memakai cincin kawin agar senantiasa ingat bahwa dirinya sudah menikah sehingga diharapkan bisa menjaga sikap dan perilakunya.

1 tahun menikah

“Gw setiap hari pakai cincin kawin. Pernah suatu ketika cincinnya ketinggalan, merasa bersalah banget deh. Karena di ajaran agama gw tidak boleh pakai emas, jadi gw pakai andamantium. Eh andamantium mah Wolverine ya, paladium deng, hahahaha! Karena buat gw, cincin sebagai salah satu pengingat klo gw sudah menikah dan jaga – jaga kalau ada yg godain, hahaha.”

3 tahun menikah

“Gw pakai cincin sebagai tanda kalau gw sudah menikah. Kan bisa jadi aksesoris juga, jam di tangan kanan, cincin di tangan kiri.”

1 tahun menikah

“Gw pakai cincin, biar selalu ingat masih ada cicilan catering.”

Alasan melepas cincin kawin

Melepas cincin kawin bukan berarti dia tidak sayang lagi dengan istrinya atau berpura – pura menjadi lajang. Sebenarnya mereka memiliki alasannya tersendiri untuk tidak memakainya kembali, berikut alasannya :

Tidak suka perhiasan

Pria berbeda dengan wanita yang senang mengenakan perhiasan maupun aksesoris. Bagi pria memakai jam tangan untuk kegiatan sehari – hari saja sudah cukup.

6 tahun menikah

“Dari dulu tidak senang pakai cincin, ribet musti lepas kalau sedang cuci tangan.”
Takut hilang atau sudah hilang
 Karena tidak terbiasa dengan adanya perhiasan di jari mereka, maka pria cenderung ceroboh dan suka lupa meletakkan cincin kawinnya. Bahkan diantara mereka sudah membuatnya hilang!

9 tahun menikah

Cincin kawin disimpan sama istri gw. Dia takut hilang makanya disimpan. Akhirnya gw pakai cincin batu akik saja deh, hehehe.”

2 tahun menikah

“Sudah ga pakai cincin kawin lagi karena sudah hilang. Belum kebeli lagi nih!”

Larangan agama
Agama Islam dalam ajarannya melarang para pria untuk mengenakan emas pada tubuhnya, sehingga pria Muslim biasanya tidak mendapatkan cincin kawin dalam pernikahannya.

5 tahun menikah

“Waktu menikah suami tidak beli cincin kawin, karena dalam Islam pria tidak boleh memakai emas. Jadi sekarang yang pakai cincin kawin cuma gw saja.”

Kekecilan
Masalah klasik para pria yakni mengalami kenaikan berat badan setelah menikah. Sejalan dengan berat badan yang semakin bertambah, jari – jarinya pun ikut membesar. Alhasil cincin kawin pun sesak dan terpaksa disimpan.

6 tahun menikah

“Sesek banget pakai cincinnya sekarang, sampai hampir tidak bisa dilepas. Jadi amannya disimpan saja dulu cincinnya.”

Pemakaian cincin kawin memang sudah menjadi budaya sebagai tanda bahwa seseorang sudah menikah. Namun keputusan untuk melepas atau tetap memakai bukan jaminan seberapa besar cinta dan kesetiaannya terhadap pasangan. Jaminan untuk hal tersebut tetap dinilai dari perbuatan dan tingkah laku kita.

sumber : thebridedept(.)com

Jumat, 16 September 2016

Faktor Penentu Biaya Cincin Pernikahan

Cincin Pernikahan

Kerap kali Kami menjumpai pasangan melupakan satu hal penting dari anggaran pernikahan mereka: biaya cincin pernikahan. Ketika akhirnya mereka sadar bahwa biaya cincin pernikahan luput dari perhatian mereka, mereka langsung bergegas pergi ke toko perhiasan dan terkejut mengetahui mahalnya biaya cincin pernikahan. Beberapa bahkan bertanya-tanya, apa sih yang menjadikan cincin pernikahan begitu mahal? Kami akan membantu menjawab pertanyaan ini dengan menjelaskan faktor-faktor besar yang bisa menentukan biaya cincin pernikahan. Yuk, disimak!

1. Bahan

Biasanya, cincin pernikahan berbahan baku emas. Bagi laki-laki Muslim yang tidak ingin mengenakan cincin emas, maka paladium adalah pilihan yang umum. Ada juga sebagian yang memilih perak atau bahkan platina. Harga perak relatif lebih mudah daripada yang lainnya, sedangkan harga paladium biasanya dipatok sama dengan harga emas. Bagaimana dengan platina? Nah, platina biasanya jauh lebih mahal. Seperti biasa, prinsip ‘ada harga, ada rupa’ berlaku dalam menentukan bahan baku cincin. Harga perak memang lebih murah, tetapi kualitasnya tidak tahan lama. Secara pribadi, saya akan merekomendasikan emas atau paladium yang harganya moderate, tetapi kualitasnya juga oke.

2. Gramasi

Setelah menentukan bahan baku cincin, berikutnya kamu harus menentukan berat cincin. Ya, berat cincin turut menentukan biaya cincin. Untuk mengetahui gramasi cincin kamu dan pasangan kamu, tentukan dulu model cincin yang kalian berdua inginkan. Biasanya, pemilik toko perhiasan bisa membantu dalam menakar gramasi cincin dengan melihat model cincin dan ukuran jari kalian berdua. Kalau jarimu panjang dan gemuk, sedangkan jari pasanganmu panjang dan kurus, mungkin cincin kamu akan membutuhkan 4 gr emas, sedangkan pasanganmu hanya 3 gr emas. Lain halnya kalau jari kalian sama-sama panjang dan gemuk, mungkin kalian akan membutuhkan 8 gr untuk dua cincin. Semakin besar gramasi cincin pernikahan kamu, maka otomatis cincin pernikahanmu akan menjadi semakin mahal.

3. Kadar bahan

Pahamilah bahwa tidak ada cincin yang terbuat dari logam murni. Kalaupun ada, harganya (pasti) selangit. Umumnya, kadar bahan dalam cincin pernikahan yang dijual di toko-toko perhiasan itu besarnya sekitar 75%. 25% sisanya adalah logam campuran. Kalau kamu menginginkan persentase yang lebih besar, misalnya 80%, bisa-bisa saja, tetapi harganya pun akan lebih mahal. Sama seperti gramasi, semakin besar persentase logam murni dalam cincin pernikahan kamu, maka otomatis cincin pernikahanmu akan menjadi semakin mahal.

4. Karat berlian

Sebetulnya karat itu apa sih? Karat adalah satuan massa yang digunakan untuk mengukur berat berlian. 1 karat kurang lebih setara dengan 0,2 gram. Kini berlian memang telah menjadi penghias cincin pernikahan paling umum dan paling populer, tetapi di satu sisi harganya pun relatif mahal. Lagi-lagi, sama seperti kadar bahan dan gramasi, semakin besar karat berlian yang kamu pilih berarti semakin besar juga potongan berlian pada cincin pernikahanmu dan semakin mahal cincin pernikahanmu.

5. Ongkos pengerjaan

Ini adalah faktor penentu yang cukup sulit ditebak, karena tiap toko perhiasan mematok harga yang berbeda-beda. Di satu sisi, ongkos pengerjaan juga menjadi satu-satunya faktor yang memungkinkan kamu untuk mengeluarkan jurus terbaik dalam bernegosiasi alias tawar-menawar. Penting juga untuk kamu ketahui bahwa biasanya toko perhiasan yang berlokasi di mall mematok ongkos pengerjaan yang (jauh) lebih mahal jika dibandingkan toko perhiasan yang berlokasi di pusat perhiasan seperti Melawai dan toko-toko lainnya.


Kurang lebih lima hal di ataslah yang sangat berpengaruh dan menentukan biaya cincin pernikahan. Semoga tulisan ini dapat membantu kamu dalam menentukan biaya cincin pernikahan tanpa membuat budget kamu bengkak :) Selamat berburu cincin pernikahan, Teman-teman !
Sumber artikel : thebridedept[.]com

Rabu, 14 September 2016

Cara Membuat Cincin Kawin

Proses pembuatan Cincin kawin

Cincin Kawin

1. Langkah Pertama Pengukuran Cincin kawin

Langkah awal pembuatan Cincin kawin adalah dengan menentukan ukuran jari, bagaimana cara mengukurnya? 
cara mengukurnya sebagai berikut 
1. Siapkan Kertas dan penggaris , lipat kertas tersebut membentuk persegi panjang .
2. Lilitkan kertas tersebut ke jari yang akan kita ukur sampai melingkar seperti cincin .
3. ukur panjang kertas yang tadi di lingkar ke jari berapa cm?
ini ukuran tabelnya 
Ukuran Cincin Kawin


2. Langkah Kedua Memilih Model Cincin Kawin

Ini adalah tips cara memilih model cincin kawin yang cocok buat anda
1.Cari model Cincin kawin yang mudah di bersihkan, seperti cincin kawin yang sederhana tapi kelihatan mewah supaya cincin kawin tidak mudah kotor dan gampang untuk di bersihkan
2.Cari cincin kawin yang sesuai dengan jari
sesuaikan dengan bentuk jari kita supaya enak dan nyaman ketika kita pakai , jangan sampai memilih cincin kawin yang kurang nyaman untuk di pakai seperti terlalu lebar atau terlau kecil.
3.Cari Model cincin kawin yang simple
Banyak ragam Model Cincin kawin yang sering kita jumpai tetapi kita harus melihat bahan yang akan di pakai untuk membuat cinci kawin contoh seperti emas, palladium,platina, perak. menggunakan batu mulaia apa menggunakan berlian itu semua harus kita perhitungkan dari isi dompet kita apakah sudah mencukupi dari budged kita.
4. Mencari referensi tentan cincin kawin
Sebelum Membuat sepasang cincin kawin kita sebaiknya mencari referensi dari website atau dari teman-teman yang sudah menikah supaya kita tidak menyesal ketika cincin kawin sudah jadi tapi tidak sesuai yang kita harapkan intinya sih belajar dari pengalaman teman.

3. Pengerjaan Cincin kawin

Setelah langkah pertama dan kedua sudah di lakukan barulah sekarang untuk membuat sepasang cincin kawin yang sesuai kita inginkan , Sekarang kita akan membuat sepasang cincin kawin dari bahan emas putih dan untuk yang cowok membuatnya dari bahan palladium, kenapa sepasang cincin kawin di buat dengan bahan yang berbeda? karena di samping harganya emas untuk saat ini sangat tinggi kita membuat nya dengan bahan yang lumayan murah yaitu emas untuk cincin kawin wanita dan palladium untuk cincin kawin laki-laki. Untuk berat bisa kita sesuikan antara 5gr untuk cincin kawin wanita dan 6 gr palladium untuk cincin kawin laki-laki, itu berat standart untuk ukuran berat sepasang cincin kawin ukuran jariu antara 5,3 cm size 12 untuk wanita dan 6 cm size 18 untuk laki-laki. untuk menambah cantik cincin kawin tersebut kita bisa menambahkan Berlian (diamond) ukuran 0.10ct pada cincin kawin wanitanya ya harganya sekitar 1,5 - 5 jutaan tergantung dari kuwalitas berliannya.
 Pengerjaan kurang lebih 7 hari kerja tergantung dari antriannya.
Cincin kawin


Demikaian tips dan proses pembuatan cincin kawin.
Semoga artikel Cara Membuat Cincin Kawin semoga bermanfaat bagi Anda. 
Jika kamu suka dengan artikel Cara Membuat Cincin Kawin ini, like dan bagikan ketemanmu.


Selasa, 13 September 2016

Cincin Tunangan Dan Cincin Kawin


Cincin Tunangan Dan Cincin Kawin apa bedanya?


Cincin Kawin
Saat hubungan sudah semakin serius, pasangan pun bersiap menentukan langkah selanjutnya. Ada yang memilih bertunangan atau malah langsung menikah. Mereka yang memilih bertunangan dulu, bisa jadi bertanya-tanya, apa yang membedakan cincin tunagan dengan cincin pernikahan nantinya?

Dalam budaya barat, ketika seorang pria melamar wanita kemudian dia setuju untuk menikah dengannya, saat itu pulalah cincin tunangan disematkan ke jari tangan wanita. Sedangkan si pria pada umumnya tidak mengenakan Cincin tunangan.

Di Indonesia sendiri ada dua cara berbeda. Ada pasangan yang sama-sama menyematkan cincin tunangan saat acara lamaran atau tukar cincin yang disaksikan oleh masing-masing keluarga. Ada pula cincin tunangan yang hanya dikenakan oleh wanita saja. Cincin tunangan ini memiliki makna sebagai simbol keterikatan atau komitmen untuk tetap bersama-sama hingga hari pernikahan dan untuk menunjukkan pada orang lain bahwa dirinya tak lama lagi akan menikah.

Di negara barat seperti Amerika, cincin tunangan biasanya dikenakan para wanita di jari manis tangan kiri. Cincin bisa terbuat dari emas, perak, atau platina yang bertahtakan berlian berukuran sedang hingga besar di tengahnya. Pemilihan berlian sebagai bebatuan yang paling sering diletakkan pada cincin tunangan ini melambangkan sebuah batu paling berharga dan dipercaya tak akan habis dimakan zaman.

Sedangkan cincin kawin adalah cincin yang diberikan oleh pria kepada wanita dan sebaliknya, wanita kepada pria saat melangsungkan upacara pernikahan. Fungsinya sebagai simbol pengikat janji sehidup-semati. Cincin kawin umumnya memiliki desain polos tanpa hiasan berlian besar dan terbuat dari emas atau perak, namun kini banyak pula pasangan yang meletakkan batu berlian pada cincin kawinnya.

Karakter utama cincin kawin yang menjadi pembeda utama dengan cincin tunangan adalah tidak adanya berlian berukuran besar yang diletakkan di tengah-tengah cincin. Bentuk berlian biasanya lebih kecil, tidak menonjol, dan hanya bersifat sebagai pemanis.

Dalam budaya barat, cincin kawin juga dikenakan pada jari manis tangan kiri. Oleh karena itu banyak pengantin wanita yang melepas cincin tunangan mereka dan memindahkannya sementara ke jari manis tangan kanan selama upacara pernikahan agar sang mempelai pria dapat dengan mudah menyematkan cincin kawin di jarinya. Barulah setelah selesai upacara, mereka mengembalikan lagi cincin tunangan ke jari tangan kiri. Berbeda dengan di Indonesia yang mengenakan cincin kawin di jari manis tangan kanan.

Kini muncul sebuah tren baru yang disebut denganstacking atau penumpukkan. Para pengantin wanita memilih untuk mengenakan kedua cincin bersamaan pada jari tengah dan jari manis. Sebagian lainnya menyatukan atau menumpuk kedua cincin tersebut menjadi satu dengan cara dipatri dan dikenakan bersamaan pada satu jari.

By: Rumah Cincin kawin

Semoga artikel Cincin Tunangan Dan Cincin Kawin bermanfaat bagi Anda. Jika kamu suka dengan artikel Cincin Tunangan Dan Cincin Kawin ini, like dan bagikan ketemanmu.